Tampilkan postingan dengan label PROPOSAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROPOSAL. Tampilkan semua postingan

Contoh Usulan Dan Cover - Dana Persatuan Pelajar Indonesia Di Yaman

Juli 16, 2019 Add Comment
Contoh Proposal - Dana PPI (PERSATUAN PELAJAR INDONESIA) DI YAMAN

Preview :

PROPOSAL
PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI YAMAN
اتحاد الطلبة الإندونيسيين باليمن
ASSOCIATION OF INDONESIAN STUDENT IN YEMEN
Zero Street Hadda Sana'a Yemen, Phone & Fax: 967 1 432624,
Web: www.ppiyaman.org Email: ppi.yemen@gmail.com

A. PENDAHULUAN
Sejak tanggal didirikannya pada 18 Agustus 2001, Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman ( PPI Yaman) ialah kelanjutan dari organisasi Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yaman (HIPMI Yaman) yang merupakan wadah berhimpunnya pelajar Indonesia yang berguru di Yaman untuk menyatukan visi keagamaan dan kebangsaan dalam membangun generasi bangsa yang bertakwa, kreatif, progressif, dan sanggup menjunjung tinggi derajat dan martabat bangsa.
Semangat membangun Indonesia yang secara implisit terkandung dalam diktum-diktum tujuan didirikannya PPI tersebut merupakan impian besar bagi kemajuan bangsa. Karena sebagai pelajar Indonesia di Yaman bahwasanya mempunyai potensi yang cukup besar dalam membangun Indonesia menuju bangsa yang maju sekaligus menyelamatkannya dari demoralisasi yang kian hari terus menggerogoti budaya Indonesia.
Hal ini sanggup diamati dalam aneka macam jadwal kerja yang telah terlaksana dalam aneka macam bentuk, antara lain penerbitan jurnal ilmiah, majalah, antologi cerpen dan pengadaan aneka macam lembaga ilmiah menyerupai diskusi, seminar dan sebagainya.
Agenda membangun bangsa yang dipundakkan pada mahasiswa dan potensi mereka tersebut harus terus dioptimalkan dan diangkat tolong-menolong dengan terus menjaga persatuan dan kesatuan serta ukhuwah Islamiyyah, Wathoniyyah, dan Basyariyyah. Karena hanya dengan bersatu, kita akan bisa menawarkan lebih untuk Islam, dan Indonesia kita.

B. KIPRAH PPI YAMAN
Secara umum PPI Yaman berperan sebagai wadah aktivitas pelajar Indonesia, mencakup pendidikan dan sosial yang beraqidah Islamiah bersumber dari Al-Qur'an dan Assunnah. Lebih rincinya PPI Yaman mempunyai tujuan dan aktivitas sebagai berikut :
I. Tujuan PPI Yaman (Merujuk Anggaran Dasar PPI Yaman penggalan II pasal 06) :
1. Terwujudnya manusia yang beriman, bertakwa kepada Allah SWT, bersedekah dan bertanggung jawab.
2. Terbinanya ukhuwwah Islamiah di kalangan masyarakat dan pelajar.
3. Terpeliharanya martabat bangsa.
4. Menumbuhkan daya kreatifitas pelajar Indonesia di Yaman.
II. Kegiatan PPI Yaman (Merujuk Anggaran Dasar PPI Yaman penggalan II pasal 07):
1. Menyelenggarakan aktivitas PPI Yaman dikalangan anggota dan masyarakat.
2. Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, membina ukhuwwah islamiyah dan menyalurkan kreatifitas anggota.


Downloads:

Contoh Tawaran - Majlis Sabrang

Juli 16, 2019 Add Comment
PANITIA PEMBANGUNAN PERBAIKAN MAJLIS TA’LIM
“ASSUKRAWIYAH”
Alamat : Kp. Sabrang, Desa/Kec. Jawilan, Rt/Rw 02/01, Serang – Banten, Pos 42177
HP. 081 280 485 019

A. LATAR BELAKANG
1. Dalam kala otonomi kawasan yang membawa perubahan terhadap tatanan pemerintah di dalamnya mengatakan tantangan sekaligus peluang. Era ini membutuhkan pribadi-pribadi berkualitas guna mengoptimalkan potensi kawasan dalam menunjang pembangunan daerah.
2. Untuk menyiapkan insan-insan berkualitas iman, berakhlakul karimah, kreatif, inovatif dan produktif semenjak dini. Hal ini harus disadari bersama bahwa kawasan atau Negara akan maju apabila insan-insanya berkualitas dan propesional.

B. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Surat Al-Mujadalah Ayat 11 yang artinya:
‘ Hai orang-orang yang beriman apabila kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis, ‘Maka lapangkanlah pasti Alloh akan mengatakan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : ‘Berdirilah kamu, ‘ Maka berdirilah, pasti Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-oprang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Alloh Maha mengetahui apa yang kau kerjakan.
b. Surat Ar-Rahman ayat 33 yang artinya :
‘Hai jama’ah jin dan manusia, bila kau sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kau tidak sanggup menembusnya kecuali dengan kekuatan’.

C. VISI DAN MISI
1. VISI (Tujuan)
Membentuk pribadi-pribadi yang iman, taqwa, berakhlakul karimah terdiri dan terampil.
2. MISI
Belajar, efektif, Kreatif, Inovatif, dan produktif.

D. SISTEM PELAKSANAAN PEKERJAAN
Mengingat keterbatasan dana yang ada pelaksanaan aktivitas yang telah dikerjakan dilaksanakan dalam 3 tahap dan akan dilanjutkan ketahap berikutnya yang akan diadaptasi dengan dana yang akan terkumpul, bagian-bagian yang sangat penting menjadi prioritas pelaksanaan biar supaya beribadah tetap berjalan.


Downloads:

Contoh Ajuan - Perbaikan (Rehab) Mesjid

Juli 16, 2019 Add Comment
PANITIA PEMBANGUNAN PERBAIKAN MESJID JAMIE
“AL-BAYYINAH”
Alamat : Kp Cirejeng RT 02/RW 04 Desa Sagara Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut

A. LATAR BELAKANG
1. Dalam periode otonomi tempat yang membawa perubahan terhadap tatanan pemerintah di dalamnya memperlihatkan tantangan sekaligus peluang. Era ini membutuhkan pribadi-pribadi berkualitas guna mengoptimalkan potensi tempat dalam menunjang pembangunan daerah.
2. Untuk menyiapkan insan-insan berkualitas iman, berakhlakul karimah, kreatif, inovatif dan produktif semenjak dini. Hal ini harus disadari bersama bahwa tempat atau Negara akan maju apabila insan-insanya berkualitas dan propesional.

B. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Surat Al-Mujadalah Ayat 11 yang artinya:
‘ Hai orang-orang yang beriman apabila kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis, ‘Maka lapangkanlah pasti Alloh akan mengatakan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : ‘Berdirilah kamu, ‘ Maka berdirilah, pasti Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-oprang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Alloh Maha mengetahui apa yang kau kerjakan.
b. Surat Ar-Rahman ayat 33 yang artinya :
‘Hai jama’ah jin dan manusia, jikalau kau sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kau tidak sanggup menembusnya kecuali dengan kekuatan’.

C. VISI DAN MISI
1. VISI (Tujuan)
Membentuk pribadi-pribadi yang iman, taqwa, berakhlakul karimah terdiri dan terampil.
2. MISI
Belajar, efektif, Kreatif, Inovatif, dan produktif.

D. SISTEM PELAKSANAAN PEKERJAAN
Mengingat keterbatasan dana yang ada pelaksanaan acara yang telah dikerjakan dilaksanakan dalam 3 tahap dan akan dilanjutkan ketahap berikutnya yang akan diubahsuaikan dengan dana yang akan terkumpul, bagian-bagian yang sangat penting menjadi prioritas pelaksanaan biar supaya beribadah tetap berjalan.


Downloads:

Contoh Tawaran - Bidang Acara Pkm

Juli 16, 2019 Add Comment

Preview :

A. JUDUL PROGRAM
Pengaruh Substitusi Biji Turi pada Biji Kedelai terhadap Kadar protein dan
Sifat Organoleptik dalam Tempe

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Di Indonesia penyakit-penyakit gizi yang utama, tergolong ke dalam
kelompok penyakit defisiensi. Jenis penyakit defisiensi gizi yang dianggap
sudah mencapai kegawatan nasional lantaran kerugian yang ditimbulkan
mempengaruhi pembangunan di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Protein
(KEP), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin
A (KVA) dan Anemia Gizi Besi (AGB) (Achmad Djaeni, 1999:47).
Kekurangan protein merupakan permasalahan serius yang harus segera
ditanggulangi (Lies Suprapti, 2003:9). Kekurangan energi protein sanggup terjadi
baik pada bayi, bawah umur maupun orang dewasa. Anak-anak batita ( bawah
tiga tahun ) serta ibu-ibu andung teki (ibu yang sedang mengandung dan ibu
sedang meneteki) merupakan golongan yang sangat rawan (Winarno, 2002:73)
Menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1998,
dari 35 persen perempuan usia subur yang kekurangan energi protein (KEP) ada 14
persen, di antaranya yakni ibu hamil (Kompas, 2004). Pada tahun 1997 dan
1998 Ditjen Bina Gizi Keluarga menyatakan bahwa Kekurangan Energi
Protein total sebesar 20,9% dan 18,0% (Sudiyanto, 2002). Menurut Biro Pusat
Statistik Propinsi Jawa Tengah, status gizi jelek pada balita mulai tahun 1999
hingga tahun 2004 berturut-turut yaitu 0.34%, 1.02%, 1.635%, 1.32%, 1,36%
dan 1.88% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2004:64). Pada periode
2000-2005 terjadi peningkatan prevalensi gizi kurang dari 24.6% menjadi
28.0%. Berdasarkan laporan propinsi selama tahun 2005 terdapat 76.178 balita
mengalami gizi jelek dan data Susenas tahun 2005 memperlihatkan
prevalensi balita gizi jelek sebesar 8,8 % (Departemen Kesehatan RI,
2006:1). Sedangkan pada tahun 2006 gizi jelek pada balita di Jawa Tengah
mencapai 5,9% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2006). Pada tahun
2007 sebanyak 219.956 orang balita yang dilakukan penimbangan dalam
jadwal Bulan Penimbangan Balita (BPB) di Garut, terdapat 26.795 orang
balita yang masih berstatus Kekurangan Energi Protein (KEP) terdiri dari
1.551 orang bergizi jelek dan sebanyak 25.244 orang bergizi kurang (John
DH, 2005).
Penanggulangan KEP sanggup dilakukan dengan meningkatkan asupan
protein. Secara umun dikenal dua jenis protein yaitu protein yang berasal dari
binatang dan protein nabati yang berasal dari tumbuhan. Protein hewani dapat
diperoleh dari aneka macam jenis kuliner menyerupai ikan, daging, telur dan susu.
Protein nabati terutama berasal dari kacang-kacangan serta materi makanan
yang terbuat dari kacang (Elly Nurachmah, 2001:15).
Protein kacang-kacangan mempunyai nilai gizi lebih rendah
dibandingkan dengan protein dari jenis daging (protein hewani). Namun, kalau
beberapa jenis protein nabati dikombinasikan dengan perbandingan yang
tepat, sanggup dihasilkan adonan yang mempunyai nilai kualitas protein
lengkap. Selain itu, sumber protein nabati juga lebih murah harganya
dibandingkan dengan sumber protein hewani, sehingga sanggup terjangkau oleh
daya beli sebagian masyarakat (Achmad Djaeni, 1999:120)
Tempe yakni kuliner khas Indonesia. Menurut Anggrahini (1983)
dalam Novalia Anggraini (2007), tempe merupakan sumber protein nabati
yang mempunyai nilai gizi yang tinggi daripada materi dasarnya. Tempe
dibentuk dengan cara fermentasi yaitu dengan menumbuhkan kapang Rhizopus
oryzae pada kedelai matang yang telah dilepaskan kulitnya. Kedelai adalah
salah satu tumbuhan polong-polongan yang menjadi materi dasar banyak
makanan. Kedelai kering mengandung protein 34,9% tiap 100 gr, sedangkan
kedelai berair mengandung protein sebanyak 30,2% tiap 100 gr (Achmad
Djaeni, 1999:121). Tempe dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dengan
konsumsi rata-rata per hari per orang 4,4 gr hingga 20,0 gr. Tempe dapat
diperhitungkan sebagai sumber kuliner yang baik gizinya karena
mempunyai kandungan protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin dan
mineral (Novalia Anggraini, 2007).
Achmad Biben menyatakan bahwa tempe yang dimasak dengan baik
dan benar sanggup bermanfaat bagi perbaikan proses pembentukan sel tulang.
Mengkonsumsi tempe secara rutin sanggup dipergunakan sebagai upaya
pencegahan gangguan remodeling tulang (Sinar Harapan, 2003). Sedangkan
penelitian Agus Purnomo perihal efektifitas gizi tempe pada penderita
hiperlipidemia pasien rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
menyatakan bahwa ada efek gizi tempe terhadap penurunan kadar
kolesterol darah (Agus Purnomo, 2001). Selain itu, dalam disertasi Arum
Atmawikarta menyatakan bahwa tempe unggul sebagai kuliner pendamping
ASI (Arum, 2007). Penelitian perihal tempe juga pernah dilakukan Lembaga
Gizi ASEAN dengan kesimpulan bahwa tempe sanggup digunakan dalam
pembuatan materi kuliner adonan untuk menanggulangi masalah
kekurangan kalori, protein dan penyakit diare pada anak (2000).
Berdasarkan Dinas Disperindagkop pada bulan Maret 2008, harga
sembako mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Harga kedelai mencapai Rp.
7.300,00. Hal itu menimbulkan kedelai sulit didapat dan menurunnya daya
beli masyarakat terhadap kedelai. Permasalahan kebutuhan terhadap kedelai
yang tinggi mendorong adanya alternatif yang sanggup memecahkan
permasalahan tersebut yaitu terpenuhinya sumber protein sekaligus tidak
menambah daftar duduk masalah bagi ekonomi maupun lingkungan dan kesehatan.
Salah satu tumbuhan alternatif yang sanggup mengatasi permasalahan
tersebut yakni pohon Turi (Sesbania grandiflora). Tanaman tersebut
merupakan tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara (Yayasan
Keanekaragaman Hayati, 2008). Pohon Turi bisa memproduksi biji kaya
protein serta mempunyai ongkos produksi yang murah. Hal tersebut disebabkan
penanaman pohon Turi tidak memerlukan lahan khusus lantaran sanggup tumbuh
di lahan kritis dan tidak perlu dipupuk atau perawatan intensif. Menurut
Zakiyatul Munawaroh (2004:29) dalam biji turi sebanyak 100 gr mengandung
protein sebesar 36,21%.
Di Indonesia, pohon Turi belum banyak dimanfaatkan ataupun
dibudidayakan secara komersial. Tanaman tersebut biasa digunakan sebagai
pelindung atau peneduh, lantaran pohonnya tinggi dan daunnnya rimbun
(Plantus, 2008). Padahal, biji Turi seharusnya sanggup menggantikan
penggunaan kedelai sebagai materi baku pembuatan tempe. Hal inilah yang
mendorong perlunya penganekaragaman pada pembuatan tempe melalui
substitusi biji turi pada biji kedelai. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul “PENGARUH SUBSTITUSI BIJI
TURI PADA BIJI KEDELAI TERHADAP KADAR PROTEIN DAN
SIFAT ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEMPE”

C. PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas maka sanggup diambil permasalahan yaitu: ”
adakah efek substitusi biji turi pada biji kedelai terhadap kadar protein
dan sifat organoleptik dalam pembuatan tempe?”

D. TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini diantaranya yakni :
1. Tujuan Umum
Mengetahui efek substitusi biji turi pada biji kedelai terhadap kadar
protein dan sifat organoleptik dalam pembuatan tempe.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui efek substitusi biji turi pada biji kedelai terhadap
kadar protein dalam pembuatan tempe.
b. Mengetahui efek substitusi biji turi pada biji kedelai terhadap sifat
organoleptik dalam pembuatan tempe.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Penelitian efek substitusi biji turi pada biji kedelai terhadap kadar
protein dan sifat organoleptik pada tempe diperlukan akan diperoleh hasil
sebagai berikut:
1. Tempe dari materi substitusi biji turi pada biji kedelai
2. Tempe dari materi substitusi biji turi pada biji kedelai yang menghasilkan
kadar protein dan sifat organoleptik yang lebih baik.
F. KEGUNAAN PROGRAM
Program penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan, antara lain:
1. Memanfaatkan biji turi sebagai materi pembuatan tempe, mengingat
kandungan gizi dalam biji turi cukup tinggi.
2. Sebagai alternatif pemenuhan protein nabati terutama bagi golongan
ekonomi lemah.
3. Menurunkan angka gizi kurang secara nasional melalui peningkatan
konsumsi protein nabati lokal.
4. Meningkatkan ketahanan ekonomi melalui ekspansi bidang perjuangan pangan
nabati lokal, terutama pembudidayaan pohon turi, pembuatan tempe dari
biji turi dan pemasaran pangan berbasis turi.

G. TINJAUAN PUSTAKA
1. Protein
Istilah protein berasal dari kata Yunani proteos, yang berarti yang
utama atau yang didahulukan. Kata ini diperkenalkan oleh spesialis kimia
Belanda, Gerardus Mulder (1802-1880), lantaran ia beropini bahwa protein
yakni zat yang paling penting dalam setiap organisme. Menurut Sunita
(2003:77), protein yakni molekul makro yang mempunyai berat molekul
antara lima ribu hingga beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang
asam amino.
Menurut Sunita (2003:96-97) dan Winarno (2002:64), fungsi protein
adalah:
1) Pertumbuhan dan Pemeliharaan
2) Pembentukan Ikatan-ikatan Esensial Tubuh
3) Mengatur Keseimbangan Air
4) Memelihara Netralitas Tubuh
5) Pembentukan Antibodi
6) Pengangkutan Zat-Zat Gizi
7) Sumber Energi
8) Pengatur Pergerakan
9) Media Perambatan Impuls Syaraf
Menurut Ely Nurachmah (2001:15), sumber protein dibagi menjadi
dua jenis, yaitu protein yang berasal dari binatang dan protein nabati yang
berasal dari tumbuhan. Protein hewani sanggup diperoleh dari aneka macam jenis
kuliner menyerupai ikan, daging, telur dan susu. Protein nabati terutama berasal
dari kacang-kacangan serta materi kuliner yang terbuat dari kacang.
Menurut Supariasa kekurangan energi protein sanggup dapat
menimbulkan terjadinya :
1) Marasmus
2) Kwashiorkor
3) Marasmus-Kwashirkor
Sedangkan Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh.
Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga dapat
menimbulkan obesitas. Kelebihan protein sanggup menimbulkan kasus lain,
terutama pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang
harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen. Kelebihan
protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah,
kenaikan ureum darah dan demam(Sunita, 2003:104).
2. Turi (Sesbania grandiflora)
Turi (Sesbania grandiflora) merupakan tumbuhan sejenis pepohonan
yang banyak dijumpai di pedesaan, ditanam di pematang, pekarangan, pinggir
jalan. Pohon turi biasa digunakan sebagai pagar hidup kebun atau sebagai pohon
pelindung (Yayasan Keanekaragaman Hayati, 2008).
Kacang turi yakni salah satu jenis kacang-kacangan dari pohon turi
yang berbentuk lingkaran berwarna kuning kecoklatan dan mempunyai rasa yang
khas dan aroma yang khas jenis kacang-kacangan (Zakiyatul, 2005:28).
Menurut Plantus (2008), pembagian terstruktur mengenai pohon turi yakni sebagai berikut :
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobiota (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnolipsida (berkeping dua)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabalaes
Familia : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Sesbania
Spesies : Sesbania grandiflora Pers
Pohon tidak bercabang dengan tinggi hingga 15 m dan berdiameter
sekitar 30 cm. Akar pada umumnya berbintil banyak dengan bintil yang besar.
Batang berbulu menggimbal, tidak berduri. Daun beragam menyirip denagn
panjang hingga 30 cm, termasuk panjang tangkai 7-15 mm. Helaian daun
berjumlah 20-50, berpasangan berhadapan atau berseling dalam satu tangkai
daun. Bunga terdiri dari 2-4 buah, panjang tangkai bunga 15-35 mm, berwarna
putih, kekuningan, merah muda atau merah. Polong berbentuk memita,
berukuran 20-60 cm x 6-9 mm dengan kampuh besar, tergantung vertical,
tidak merekah. Biji berbentuk agak mengginjal, berukuran 6,5 mm x 5 mm x
2,5-3 mm dan berwarna coklat gelap (Yayasan Keanekaragaman Hayati,
2008).

Downloads:

Contoh Cover Dan Usulan Penerbitan Buku

Juli 16, 2019 Add Comment
Ringkasan Proposal.

Latar Belakang
Berisi wacana pemaparan dasar fatwa yang melatar-belakangi diadakannya acara penerbitan Jurnal Sketsa III PPI Yaman.
Nama Kegiatan
Berisi wacana nama acara yang diadakan, adalah Penerbitan Jurnal Sketsa III PPI Yaman

Tema Kegiatan
Menjelaskan wacana tema acara penerbitan Jurnal Sketsa PPI Yaman.

Tujuan
Berisi wacana penjelaskan beberapa tujuan yang diagendakan dalam acara penerbitan Jurnal

Sketsa III PPI Yaman
Pelaksana
Berisi wacana pelaksana acara penerbitan Jurnal Sketsa III PPI Yaman.

Penutup
Berisi wacana harapan-harapan dari acara penerbitan Jurnal Sketsa III PPI Yaman

Lampiran I
Berisi wacana nama-nama redaktur yang merupakan Organizing Commite Penerbitan Jurnal Sketsa

III PPI Yaman.
Lampiran II
Berisi wacana Rekapitulasi rencana anggaran dana untuk penerbitan Jurnal Sketsa III PPI Yaman

Lampiran III
Berisi teladan cover muka Jurnal Sketsa III PPI Yaman.

Lampiran IV
Berisi teladan cover belakang Jurnal Sketsa III PPI Yaman


Downloads:

Contoh Ajuan Bantuan

Juli 16, 2019 Add Comment
 Preview :

A. PENDAHULUAN
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbil Alamin segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, Dzat yang
menghidupkan dan yang mematikan, hanya kepa-Nyalah kita memohon dan meminta
pertolongan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasul tauladan
Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa mengikuti anutan dan
petunjuknya.
Pembangunan di bidang pendidikan ialah merupakan suatu bab dari pembangunan
Nasional yang bertujuan meningkatkan nilai ketaqwaan terhadap Tuhan YME, meningkatkan
kecerdasan dan keterampilan. Selain itu juga bertujuan mempertinggi kebijaksanaan pekerti serta
memperjelas kepribadian sehingga sanggup mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah
air
Bidang pendidikan merupakan suatu tanggungjawab bangsa Indonesia atau dalam kata lain
seluruh lapian masyarakat harus bertanggumgjawab atas maju mundurnya sistem pendidikan.
Maka dalam hal ini, saya selaku Bangsa Indonesia merasa terpanggil untuk sanggup turut andil
dalam dunia pendidikan dalam hal ini kami Pelajar Banten menempatkan pada posisi
Pelajar/Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di SANA’A REPUBLIK YAMAN
adapun Syahadah Koyyid/Ket. Belajar Terlampir.
DASAR HUKUM
 Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
 Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 yang artinya “ Tiap-tiap warga negara berhak untuk memperoleh
pengajaran ”.
 Keputusan Direktur Jenderal Nomor : 226/C/Kep/O/1992, ihwal Pedoman Pembinaan
Kesiswaan.
 Pasal 53 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun. 2003
yang bertugas menyelenggarakan layanan Tridharma pendidikan tinggi
 Undang-Undang No 9/2009 ihwal Badan Hukum Pendidikan (UU BHP)
 UU No 2/1989 ihwal Sistem Pendidikan Nasional
 PP No 60/1999 ihwal Pendidikan Tinggi dan
 UU No 9/2009 ihwal Badan Hukum Pendidikan (BHP)

B. DASAR PIJAKAN
Firman Allah
( ومن احسن قولآ ممن دعا إلى الله وعمل صلحا وقال إننى من المسلمین (فصلت : 33
Artinya : “ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata :
“ Sesungguhnya Aku termasuk orang- orang yang mengalah diri “ {QS. Fushilat : 33}.
DATA PELAJAR/MAHASISWA ASAL BANTEN – INDONESIA DI TIMUR TENGAH
(SANA’A - Y A M A N)
2
Hadits Nabi
فمن ھو بحسنة فلم یعملھا الله عنده حسنة كاملة وإن ھم بھا فعلھا فعملھا كتبھا الله عذده عشر حسنات إلى سبع ما ئة ضعف إلى
اضعاف كثیرة (رواه : بخرؤ و مسلم)
Artinya : “ Maka barang siapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak di kerjakannya, Allah
mencatatnya sebagai salah satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan
kemudian ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 hingga 700 kebaikan atau lebih bamyak
lagi “. {Bukhori dan Muslim}.
C. REFLEKSI PENDIDIKAN
PENTINGNYA PENDIDIKAN
Pendidikan ialah yang utama dan terutama di dalam kehidupan abad masa kini ini. Sejauh
kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai
pendidikan. Kita jangan salah memahami bahwa pendidikan diperoleh dengan cara menempuh
jalur formal saja, dengan cara datang, duduk, mendengar dan selanjutnya hingga akan
memperoleh penghargaan dari test yang sudah dilewati. Umumnya yang kerap kita dengar yaitu:
Pendidikan sanggup diperoleh dengan aneka macam cara terlebih lagi semakin mendukungnya
perkembangan alat-alat elektronik kini ini. Dengan gampang kita beroleh gosip tentang
perkembangan zaman baik dari kepingan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.
Ilmu pengetahuan, keterampilan, pendidikan merupakan unsur dasar yang memilih kecekatan
seseorang berpikir ihwal dirinya dan lingkungannya. Seseorang yang bisa mengubah
dirinya menjadi lebih baik diperlukan bisa mengubah keluarganya, kelak mengubah
wilayahnya dan kemudian mengubah negaranya serta mengubah dunia dimana ia hidup. Seperti
puisi seorang suster yang sangat mengharapkan terciptanya kedamaian di muka bumi ini.
Seseorang mempunyai eksistensi ihwal arti penting dirinya dan kehidupan yang diberikan Tuhan
bagi ia dan sangat disayangkan bila itu berbuah dalam kesiasiaan.
Jika kita melirik sebentar ke negara-negara di Barat, mereka memberi perhatian penting terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan keterampilan lantaran hal itu bagi mereka
merupakan asset, modal utama untuk boleh andil bersaing dengan yang lain.
Misalnya saja, negara USA dengan penemuan-penemuan gres di bidang IPTEK, yang dapat
dijadikan sebagai "nilai jual" ke negara lain tanpa menghilangkan keoriginalan inovasi awal
yang mereka lakukan. Mereka tidak segan-segan harus mengeluarkan berjuta dolar untuk
merealisasikan inovasi mereka.
Kita sebagai warga negara Indonesia tidak menuntut ibarat itu di negara kita lantaran melihat
kondisi pendidikan masih jauh perlu pembenahan di aneka macam bidang pendidikan. Sekalipun
demikian realitanya, bukan berarti kita hanya berpangku tangan saja dan menonton berharap dari
negara lain yang balasannya di abad free trade ini kita tidak lagi bisa maju untuk memberdayakan
diri biar layak bersaing dan layak jual. Kita boleh bermimpi tapi hati-hati jangan menjadi
pemimpi.


Downloads:

Contoh Tawaran - Pengenalan Kegiatan Kerja

Juli 16, 2019 Add Comment
Preview :


PROPOSAL PROGRAM KERJA DEWAN PENGURUS PUSAT PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI YAMAN (DPP PPI YAMAN)

I. Term of Reference
Pemuda, pelajar, dan ilmuwan Indonesia di luar negeri merupakan salah satu komponen bangsa Indonesia yang juga turut aktif dalam mengawali dan mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia semenjak diproklamasikannya kemerdekaan bangsa sampai ketika ini. Peran aktif pemuda, pelajar, dan ilmuwan Indonesia di luar negeri juga telah dilakukan semenjak jauh sebelum proklamasi kemerdekaan, yakni pada tahun 1908 dengan didirikannya Indonesische Verniging (Perhimpunan Indonesia) di Negeri Belanda dalam rangka melaksanakan pengorganisasian diri untuk merumuskan ide-ide penting bagi bangsa Indonesia supaya sanggup hidup secara lebih baik dan lebih bermartabat di dalam lingkungan dan tata pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Pemuda sebagai soko guru bangsa yang memilih arah pembangunan banga harus semenjak dini diperkenalkan dengan pendidikan berwawasan global dan kepemimpinan. Dan sudah saatnya kini cowok Indonesia sanggup membuat lapangan pekerjaan demi perwujudan Indonesia masa depan yang sanggup berdiri diatas kaki sendiri dan inovatif. Dengan semangat untuk turut mewarisi semangat usaha pembangunan bangsa yang telah dirintis dan dilakukan oleh para tokoh awal pendiri bangsa yang bergerak di luar negeri, maka sempurna pada tanggal 18 Agustus 2001 terbentukal Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (PPI Yaman) sebagai wadah organisasi kemahasiswaan. Di awal kelahirnnya, PPI Yaman diharap bisa mempersatukan semua pelajar dan mahasiswa Indonesia di aneka macam tempat di Yaman yang kala itu masih terkotak-kotak oleh prinsip dan sistem pendidikan yang berbeda.


Downloads:

Contoh Anjuran Kegiatan

Juli 16, 2019 Add Comment
Preview :

I. LANDASAN PEMIKIRAN
Katakanlah kepada perempuan yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara pria mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan pria yang tidak memiliki impian (terhadap wanita) atau bawah umur yang belum mengerti wacana aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua semoga diketahui embel-embel yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kau beruntung. (QS. An Nur : 31)
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, bawah umur perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh badan mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih gampang untuk dikenal, alasannya itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah ialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab : 59) [1232]
Pada selesai umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Di atas mereka ibarat terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka alasannya bahu-membahu mereka itu kaum yang terkutuk. Mereka tidak akan masuk nirwana dan juga tidak akan memperoleh wanginya, padahal amis nirwana itu sanggup tercium dari perjalanan (jarak sangat jauh) sekian dan sekian (HR. At Tabrani, Al-mu’jam As Saghir : 233)
Siapa pun pantas geram melihat betapa kemaksiatan melanda negeri ini, utamanya tahun lalu. Inilah Indonesia kita sekarang. Budaya pemisif, hedonis, dan materialis bersahabat dengan masyarakat kita, apalagi kaum mudanya. Kerusakan moral terjadi di mana-mana.
Data statistic memperlihatkan tingkat kriminalitas kian memprihatinkan. Kebebasan seks merupakan salah satunya. Begitu banyak orang yang terjebak dan karam dalam kubangan itu. Praktik pelacuran merajalela, bahkan hingga menjalar ke tempat-tempat umum yang tadinya “bersih”. Gadis-gadis belia mejeng di pusat-pusat perbelanjaan dengan busana beraneka gaya dan warna. Mereka bukan sekedar iseng window shopping (cuci mata) tetapi juga berniat menguras duit pria hidung belang. Apalagi bila bukan menjajakan diri. Fenomena yang menyesakkan dada ini terjadi di sekitar kita.
Adegan vulgar baik pribadi maupun melalui televise atau banyak sekali media begitu sering mampir dalam pandangan kita. Yang lebih menyedihkan ialah animo perzinaan semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu. Simak saja misalnya, adegan sinetron yang secara vulgar mengekspos adegan pacaran yang “panas”. Atau tingkah mahasiswi suatu perguran tinggi populer yang berbaring di pangkuan pacarnya di koridor ruang kuliah ketika begitu banyak orang berlalu lalang di sekitarnya. Belum lagi perzinaan terselubung di hotel-hotel glamor berkedok cinta, di taman-taman kampus, di jalan-jalan bahkan di angkutan umum berkedok pacaran. Perselingkuhan di lingkungan kerja dan perumahan juga semakin banyak terdengar.
Upaya memerangi maksiat harus dilakukan secara serius. Semua pihak dan setiap individu hendaknya mengambil tugas masing-masing. Jika tidak, maka kehancuran yang lebih besar akan menimpa negeri kita. Oleh alasannya itu, kami dari keputrian Universitas Sumatera Utara dan Politeknik Negeri Medan mengadakan program Aksi Muslimah Kreatif
II. NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini ialah “AKSI MUSLIMAH KREATIF”
III. TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan ini ialah “Satukan Langkah dan Tekad Menghalau Pornografi dan Pornoaksi”
IV. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan :
1. Sebagai pernyataan perilaku atas terjadinya disorientasi muslimah Indonesia secara umum dan kerkhusus muslimah USU dan Polmed dalam menghadapi pornografi dan pornoaksi serta pergaulan bebas yang semakin marak
2. Memperkuat ukhuwa islamiyah mahasiswa USU dan Polmed
3. Sebagai sarana bagi muslimah untuk mengaplikasikan dan menuangkan minat dan bakat
V. BENTUK KEGIATAN
1. Ajang kreatifitas, seni, dan talenta muslimah
• Nasyid
• Teater
• Cerpen
• Pembacaan puisi
• Tahfidz Al-Quran
• Makalah ilmiah
• Lomba masak
• Kerajinan tangan
• Bola Voli
• Tenis Meja
• Bulu Tangkis
• Cerdas cermat ala kampus
2. Seminar dengan tema “Mulianya Harga Diri Seorang Wanita”
• Pembicara I : Dari tinjauan sosial dan budaya muslimah Indonesia oleh Neno Warisman (Artis Jakarta)
• Dari tinjauan draft RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi oleh Yoyoh Yusroh (Wakil ketua Pansus RUU APP)
• Pembicara III : Dari tinjauan aturan dan kriminalitas oleh Prof. Alfi Syahrin, SH.MS (Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara)
3. Aksi tenang di kampus USU
VI. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Ajang kreatifitas, seni, dan talenta muslimah
Waktu : 22-23 April 2006
Tempat : Kampus politeknik negeri medan dan Universitas Sumatera Utara
2. Seminar
Waktu : 30 April 2006
Tempat : Gelanggang mahasiswa USU
3. Aksi damai
Waktu : 1 Mei 2006
Tempat : Kampus USU
VII. SASARAN DAN TARGET KEGIATAN
Sasaran dan sasaran kegiatan ini ialah mahasiswa dan mahasiswi muslim se-Sumut dengan jumlah akseptor 700 orang
VIII. PELAKSANA KEGIATAN
Pelaksana kegiatan ini ialah utusan dari seluruh pengurus keputrian mushola-mushola se-USU dan Polmed serta KAMMI Korpus Teknik (kepanitiaan terlampir)
IX. ANGGARAN KEGIATAN
Anggaran kegiatan ini diperoleh dari :
1. Kas mushola sebesar Rp. 50.000 / keputrian
2. Kontribusi akseptor lomba dan seminar
3. Sumbangan perorangan atau forum yang halal dan tidak mengikat
4. Sponsorship
5. Usaha-usaha halal yang tidak mengikat
(Taksasi dana terlampir)
X. PENUTUP
Permasalah pornoaksi dan pornografi ini bukan hanya milik saya tapi juga milik kau dan kita semua. Oleh alasannya itu, kini bukan lagi saatnya untuk mencari kambing hitam sebagai objek yang sanggup kita hakimi bersama melainkan suatu kerja kasatmata yang sanggup memperlihatkan bantuan berarti demi terwujudnya suatu kehidupan yang islami di bumi Allah daerah kita hidup. Amin.


Downloads:

Contoh Anjuran - Pendidirian Perjuangan Warnet

Juli 16, 2019 Add Comment

Preview :



PROPOSAL
PENDIRIAN USAHA


Logo



WARNET
 (Dan beberapa perjuangan dibidang Teknologi Informasi )

A. NAMA  USAHA
Usaha yang akan dikembangkan diberi nama “TQN-Com” yang bergerak dalam bidang perjuangan Teknologi dan Informasi dengan mengedepankan Jasa Warung Internet sebagai salah satu perjuangan andalan dalam 2 tahun pertama.

B. RENCANA LOKASI USAHA
Rencana lokasi operasional perjuangan akan ditempatkan didaerah yang memenuhi syarat sebagai berikut :
·         Lokasi bersahabat dengan daerah pendidikan baik itu perguruan tinggi tinggi, Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Menengah Pertama.
·         Lokasi berada di pusat keramaian, contohnya di pasar dan perkantoran.
·         Lokasi berada ditengah daerah penduduk.

Lokasi yang kami prioritaskan yaitu di Jalan Pembangunan (samping Kantor DPRD) Garut, dengan pertimbangan :
·         Lokasi bersahabat dengan beberapa perguruan tinggi tinggi.
·         Lokasi berada komplek perkantoran yang ramai.
·         Lokasi berada pada perumahan penduduk.

C. TARGET PELANGGAN
Target pelanggan warnet ini yaitu : pelajar dan mahasiwa disekitarnya. Mereka yaitu memakai internet untuk hiburan semata yang frekwensinya cukup tinggi. Umumnya mereka hanya membuka aktivitas chatting dan situs www.facebook.com


D. JENIS USAHA
Jenis  usaha yang direncanakan sesuai dengan keahlian yang aku miliki yaitu :
1.      Warnet (konsentrasi pada bulan pertama)
2.      Service komputer (pada bulan ke-4)
3.      Penjualan Voucer Pulsa (pada bulan ke-5)
4.      Digital Printing (pada bulan ke-6)
5.      Dan lain sebagainya, diubahsuaikan dengan kebutuhan pasar dan anggaran yang tersedia.
Target aku yaitu setiap bulan menambah cabang perjuangan baru, walau tidak menutup kemungkinan pada bulan yang sama didirikan beberapa cabang perjuangan sekaligus.

E. PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
Perangkat keras yang akan dipakai dalam komputer ini yaitu :
·         Komputer Pentium 4 second sebanyak 8 unit beserta perangkat jaringan.
·         Koneksi internet memakai Speedy
·         Sistem operasi yang akan dipakai yaitu Windows XP.


F.   MODAL & KEUNTUNGAN
Modal yang aku butuhkan untuk mendirikan warnet adalah  Rp. 20.000.000 dengan rincian kebutuhan sebagai berikut :
Keterangan
Harga/Unit (Rp.)
Qty
Jumlah Total (Rp.)
Komputer
1.100.000
8
8.800.000
Meja & karpet



Meja Lesehan
110.000
7
770.000
Meja Kantor
230.000
1
230.000
Karpet Puzel
33.000
6
198.000
Pasilitas Pendukung



Speaker Simbada
230.000
1
230.000
Printer EPSON T11+Inpus
770.000
1
770.000
Perlengkapan Jaringan
290.000

290.000
Perlengkapan Listrik
150.000

150.000
Spanduk
90.000

90.000
Biaya Akomodasi
200.000

200.000
Sewa Tempat 1 Tahun
5.000.000

5.000.000
Jumlah


16.728.000





1. Dana Cadangan Bayar Piutang
1.234.000
2
2.468.000
2. Dana Tidak Terduga
804.000

804.000
Jumlah


3.272.000

Jumlah Total


20.000.000
Keuntungan keuntungan minimal yang aku asumsi Rp. 3.105.000 per bulannya. Dengan asumsi sebagai berikut :
Penggunaan warnet perhari, perkomputer sejumlah masing-masing 5 jam. Maka pemasukan dari warnet itu sendiri sanggup dihitung :
7 komputer x 5 jam x Rp. 3.000 per jam = Rp. 105.000
Maka dalam 1 bulan dengan asumsi sebanyak 30 hari, maka :
Rp. 105.000 x 30 hari = Rp. 3.150.000
Taksasi biaya pengeluaran:
Biaya Speedy
Biaya Listrik
Biaya Makan
Biaya Sewa Tempat
Total semua
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
710.000
300.000
450.000
417.000
1.877.000
Dari perhitungan di atas sanggup disimpulkan bahwa keuntungan higienis yang didapat adalah:
Laba bersih     = Pemasukan – Pengeluaran
                                    = Rp. 3.150.000 – Rp. 1.877.000 = 1.273.000

G.            PEMBAYARAN PIUTANG
Ilustrasi Pelunasan Piutang :
Dengan pemberian Rp. 20.000.000 ditambah bunga sebesar 2% setiap bulannya untuk jangka waktu pelunasan 24 bulan, maka diketahui jumlah yang harus dibayar sebesar Rp. 1.234.000 setiap bulannya.
Itu sudah aku anggarkan kedalam dana perhitungan piutang kondusif yang diambil dari keuntungan keuntungan minimal setiap bulannya.


H.            PELELANGAN USAHA MACET
Ada dua kemungkinan yang aku ketahui dari setiap perjuangan yang berjalan yaitu berkembang dan macet. Karena itu aku berani berspekuliasi kalau suatu waktu perjuangan dalam keadaan macet yaitu dengan :
1.      Melelang perjuangan dengan semua administrasi dan cashflow; atau
2.      Melelang semua perangkat komputer dan Warnet; atau
3.      Menjual satu persatu ke pasaran komputer
Saya merasa yakin dengan spesifikasi komputer dan perangkat warnet yang ada dalam keadaan baik dan terurus selama aku mengendalikannnya, dan itu akan menjadi nilai jual yang lumayan. Juga Spesifikasi komputer dan perangkat warnet yang ada aku beli dengan harga dasar dan aku rakit sendiri, artinya barang kalau dijual kembali tidak akan turun harga dan malah sebaliknya harganya naik.

I.     PENUTUP
Demikian anjuran yang aku buat, supaya menimbulkan kenyataan untuk aku mempunyai perjuangan sendiri dan supaya juga langkah ini sanggup turut andil dalam mencerdaskan bangsa Indonesia. Terima kasih


Lampiran
BIODATA PENGELOLA
     Nama                                  : Rachmat Rahayu
Tempat,tanggal lahir           : Garut, 3 Maret 1980
     Agama                                : Islam
     Jenis Kelamin                     : Laki-laki
     Status                                 : Menikah
Alamat                               : Jl. Bratayudha Sukadana Baru No. 1731 RT. 03 RW. 19 Kel. Kota Kulon Kec. Garut Kota Kab. Garut
Telepon                               : 085221514555         
Email                                  : rachmat_rahayu@yahoo.com

Keterangan
Harga/Unit (Rp.)
Qty
Jumlah Total (Rp.)
Creemping tool 3 hole
55.000
1
55.000
LAN Tester standard
35.000
1
35.000
TP Link Switch Hub 16 Port
300.000
1
300.000
Card Reader
40.000
1
40.000
Jumlah


430.000



Downloads: